Di Gurun Pasir yang gersang pun kadangkala masih kita temui adanya tanaman di sana. Bangunan yang berdiri tanpa adanya elemen taman tentu akan terlihat dingin dan kaku, gersang, dan tak indah. Elemen-elemen taman yang terkelompok dalam softscape dan hardscape dapat membuat tampilan bangunan lebih lembut dan nyaman dipandang.
Softscape merupakan bagian dari landscape yang bersifat hortikultural. Ia berfungsi membuat suasana taman hidup. Wujud softscape sangat beragam. Yang banyak dikenal adalah tanaman, pohon, rumput, ataupun semak belukar. Elemen softscape sangat baik untuk penyejukkan hunian. Apalagi jika diimbangi dengan pencahayaan alami. Kombinasi keduanya menghasilkan udara segar, yang mengalir ke dan menuju interior.
Hardscape dikenal juga sebagai elemen keras. Ia merupakan bagian dari taman yang bersifat padat. Lantai paving, batu alam, ataupun patio merupakan beberapa diantaranya. Material hardscape yang hadir, dapat memberikan jiwa pada taman. Pada beberapa bagian, elemen hardscape menjadi aksen pada taman. Misalnya rangkaian bebatuan buatan yang dialiri air, ditengah taman. Tentu tak sembarang softscape dan hardscape dapat ditempatkan berdampingan dengan sebuah bangunan. Kedua elemen ini harus dirangkai secara proporsional.
Untuk taman di rumah, pastikan terlebih dahulu tema yang ingin dihadirkan. Tema akan berpengaruh pada jenis tanaman yang akan digunakan, juga elemen hardscapenya. Taman jepang misalnya. Elemen yang banyak dipakai adalah batu koral, pasir, manifestasi, serta tanaman bumi. Untuk taman minimalis bergaya eropa, elemen kolam air serta slide mendominanasi. Jika hendak menghadirkan tema mediterania pada taman, elemen softscape cemara, jeruk, ataupun palem dapat menjadi pilihannya.
HARDSCAPE dan SOFTSCAPE sangat berpengaruh terhadap tampilan taman secara keseluruhan. Pemilihan atau perpaduan yang kurang tepat dijamin tampilan taman kurang bagus. Maka pemilihan hardscape dan softscape harus selaras. Bagaimana memadukan hardscape dan softscape?
Kenali karakter
Setiap benda memiliki karakter. Begitu pula dengan hardscape dan softscape. Contoh, kolam (hardscape). Bentuk dan tekstur kolam bervariasi. Ada yang berbentuk persegi dengan tekstur yang rata. Ada juga yang bentuk dan tekturnya tak beraturan mirip alam liar.
Meski sama-sama berbentuk kolam, keduanya memiliki karakter berbeda. Yang persegi dengan tekstur rata akan lebih cocok ditempatkan di taman bergaya minimalis. Yang tak beraturan lebih cocok untuk melengkapi taman bergaya tropis.
Untuk tanaman (softscape), jenis yang berdaun rimbun lebih tepat ditanam untuk melengkapi taman tropis. Ini karena gaya tropis itu identik dengan suasana lebat, teduh, dan adem. Sebaliknya pada taman minimalis, jenis yang berdaun lurus dan tidak rimbun lebih banyak diaplikasikan. Karakter-karakter itu hendaklah diperhatkan ketika membangun taman. Ini bertujuan untuk menghindari kesan campur aduk pada taman.
Perhatikan proporsi
Tidak ada patokan mati soal proporsi hardscape dan softscape. Perbandingan keduanya bisa sesuai selera dan gaya yang ingin dibangun. Jika ingin membangun taman kering, kita akan lebih banyak menggunakan hardscape (bisa berupa batu koral) ketimbang softscape (tanaman). Sebaliknya ketika membangun taman tropis. Komposisi softscape bisa jadi lebih banyak.
Hal lain menyangkut proporsi ini adalah masalah ukuran hardscape atau softscape. Ukuran keduanya mesti disesuaikan dengan luas taman secara keseluruhan. Jangan sampai ukurannya terlalu besar atau malah terlalu kecil jika dibandingkan dengan ukuran taman.
Perhatikan juga jumlah hardscape atau softscape. Jika Anda ingin di pinggir kolam ada patung kodok, tetapkan jumlahnya berdasar kebutuhan. Jika hanya sebagai aksen, minimalkan jumlahnya.
Masih sangat banyak kreativitas yang dapat kita lakukan dalam mengeksplorasi desain dari area landscape kita. Nah, selamat berkreasi. (isla)
Tags: eksterior, garden, hardscape, landscape, softscape, taman




